Minggu, 19 Januari 2014

Konflik Sosial antar pelajar “Tawuran” di Jakarta


Penulis : Ameliyah
Nim   :1201045044
Kelas : 3 N PGSD




Konflik sosial dapat diartikan perselisihan atau pertentangan yang terjadi dalam hubungan induvidu maupun kelompok. Konflik sosial merupakan pertentang yang terjadi antarabeberapa kelompok sosial masyarakat yang mengatasnamakan suku ras, jenis kelamin, organisasi tertentu, status ekonomi, status sosial, dan lainnya yang bersifat dinamis. Dampak konflik sosial dibagi menjadi dua yaitu positif dan negatif :



1. Dampak Positif  Konflik Sosial

Berikut dampak positif yang ditimbulkan konflik sosial meliputi :
    • Konflik dapat Bertambah kuatnya rasa solidaritas antara sesama anggota kelompok                          
    • Konflik dapat Menciptakan integrasi yang harmonis
    • Konflik dapat Memperkuat identitas pihak yang berkonflik
    • Konflik dapat Menciptakan kelompok baru
    • Konflik dapat Membuka wawasan
    • Konflik dapat memperjelas berbagai aspek kehidupan yang masih                 belum tuntas.
    • Konflik dapat meningkatkan solidaritas diantara angota kelompok.
    • Konflik dapat mengurangi rasa ketergantungan terhadap individu              atau kelompok.
    • Konflik dapat memunculkan kompromi baru.


2. Dampak Negatif


Berikut dampak positif yang ditimbulkan konflik sosial meliputi :

    • Terjadi perubahan kepribadian. Menyebabkan dominasi kelompok                pemenang
    • Konflik dapat menimbulkan keretakan hubungan antara individu                dan kelompok.
    • Konflik menyebabkan rusaknya berbagai harta benda dan jatuhnya             korban jiwa.
    • Konflik menyebabkan adanya perubahan kepribadian.
Konflik dalam masyarakat dikelompokkan menjadi beberapa kategori antara lain: Konflik pribadi, Konflik rasial, Konflik politik, Konflik antarkelas sosial, dan Konflik antar kelompok. Tawuran adalah salah satu konflik sosial dari kategori kelompok yang didasari oleh dendam yang diwariskan ke juniornya terhadap kelompok lain yang bertentangan. Konflik antar kelompok adalah konflik yang terjadi karena persaingan untuk mendapatkan mata pencaharian yang sama atau terjadi karena pemaksaan unsur-unsur kebudayaan tertentu.
Kota yang rawan akan tawuran adalah Jakarta, kasus tawuran di Jakarta terus meningkat, Sepanjang tahun 2013 ini terjadi 112 kasus dengan menewaskan 12 siswa di jakarta, Total kasus di seluruh Indonesia mencapai 255 kasus dengan total tewas 20 orang. Jakarta adalah ibu kota Negara Indonesia, akan tetapi banyak pelajar di kota metropolitan ini yang masih sering terlibat dalam tawuran , dan sangat di sayangkan pelajar tersebut bukan hanya dari kalangan siswa SMA atau SMK, tapi ada juga kalangan siswa SMP, peran seorang pelajar yang seharusnya belajar dirumah agar bisa membanggakan orang tua malah menyia-nyiakan nyawanya hanya karena ikut-ikutan teman atau ingin di anggap hebat oleh teman-temannya yang lain. Ada beberapa SMA, SMK, dan SMP  di Jakarta yang mungkin pernah kita dengar sering terlibat dalam tawuran, diantaranya SMK Budi Utomo, SMAN 70 jakarta, SMAN 6 Bulungan Jakarta Selatan, SMP 76 jakarta pernah tawuran dengan SMP Al'Hidayah hingga jatuh korban jiwa, dan lain sebagainya. Berikut adalah sala satu contoh berita tawuran yang ada di jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pelajar SMK Negeri 71 Cawang bernama Agung Adhari (17) terkena sabetan senjata tajam sejenis celurit di perut bagian kiri dan lengan kiri. Luka tersebut dialami Agung saat terlibat aksi tawuran dengan kelompok pelajar lain sekitar 200 meter dari Markas Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Kamis (11/10/2012) pagi.

Imam (32), salah satu saksi mata, mengatakan, tawuran melibatkan dua kelompok pelajar, yaitu SMK Negeri 71 dan SMK Bakti Cawang, Jakarta Timur. Tempat yang dipilih menjadi arena adu jotos adalah hanya berjarak 200 meter dari Polres Jakarta Timur, Jalan Kebon Pala I, depan Gereja Koinonia, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Tadi pagi sekitar jam 07.30 WIB memang ada tawuran, mungkin pas lagi pada mau berangkat sekolah. Anak Cawang yang kena luka bacok. Begitu jatuh, langsung dah pada bubar," ujar Imam yang berprofesi sebagai tukang ojek kepada Kompas.com di dekat lokasi kejadian.

Imam menjelaskan, aksi adu jotos itu hanya berlangsung tak sampai sepuluh menit. Dalam tawuran saat itu, kedua kelompok pelajar menggunakan berbagai macam senjata, mulai dari senjata tajam jenis celurit dan samurai, hingga gesper berkepala besar dan batu. "Mereka memang sering tawuran di sini. Kadang-kadang di Matraman. Kalau ada polisi yang jaga, mereka enggak tawuran, begitu sepi baru deh mereka perang," lanjutnya.


Ditemui terpisah, Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara Komisaris Suminto telah mendatangi rumah korban. Menurutnya, setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), siswa kelas XII itu langsung dibawa ke rumahnya di Bukit Duri. "Korban mendapat luka sayat di tangan kanan dan luka sobek di perut kiri. Untungnya, lukanya tak terlalu parah, jadi siang tadi sudah keluar RSCM," kata Suminto.

Konflik antar pelajar (tawuran) dapat terjadi karena di sebabkan beberapa hal. Di antaranya :
1.      Budaya atau kebiasaan murid sekolah yang dulu
2.      Saling pelotot-pelototan antar pelajar sekolah
3.      Saling ejek-mengejek anatr pelajar sekolah
4.      Saling balas dendam karena ada yang di ganggu
5.      Keributan imbas dari suatu pertandingan, perlombaan, dan lainnya.

Perkelahian antar pelajar ini sebenarnya sangat merugikan beberapa pihak, paling tidak ada empat katagori yang terkena dampak langsung dari tawuran pelajar tersebut.
a.       Pelajar dan keluarganya.
b.      Rusaknya fasilitas umum.
c.       Terganggunya proses belajar.
d.      Berkurangnya penghargaan terhadap sifat-sifat kemanusiaan.

Dengan kerugian tersebut sudah sewajarnya semua elemen masyarakat  dan pemerintah dan termasuk di dalamnya aparat keamanan mencegah terjadinya tawuran. Sebenarnya ada beberapa cara yang harus di perhatikan agar Konflik sosial antar pelajar ini dapat di hilangkan, yaitu :

1.      Membuat peraturan sekolah yang tegas
Setiap siswa atau siswi yang harus dibuat takut dengan berbagai hukuman yang akan diterima jika ikut serta dalam aksi tawuran. Begitu pula dengan yang memnbawa senjata tajam, harus ikut serta di beri sanksi.
2.      Memberikan pendidikan anti tawuran
Pelajar di beri pemahaman tentang cara menghancurkan akar-akar penyebab tawuran dengan melakukan tindakan-tindakan tanpa kekerasan jika terjadi sesuatu hal, selalu berprilaku sopan dan melaporkan rencana pelajar-pelajar badung yang merencanakan penyerangan terhadap pelajar sekolah lain. Jika diserang diajarkan untuk mengalah dan tidak melakukan perlawanan.
3.      Memisahkan pelajar berotak kriminal dari yang lain
Siswa yang memang memiliki jalan fikiran yang criminal harus di beri bimbingan konseling tingkat tinggi untuk menghilangkan sifat-sifat jahat dari diri siswa tersebut, akan tetapi bila tetap berpotensi tinggi untuk membahayakan yang lain segera keluarkan dari sekolah.
4.      Kolaborasi belajar bersama antar sekolah
Seharusnya ada kegiatan belajar gabungan antar sekolah yang berdekatan secara local agar tidak  memiliki kecendrungan untuk terjadi tawuran pelajar, dengan saling kenal mengenal kerana sering bertemu dan berinteraksi maka jika terjadi masalah tidak akan lari ke tawuran pelajar. Namun dapat di selesaikan secara baik-baik.
5.      Pentingnya peran orang tua
Peran orang tua dalam mengarahkan anaknya juga sakit penting, orang tua tidak bisa mengandalkan sekolah dan guru untuk bisa menanggulangi permasalahan anaknya yang nakal, orang tua harus bisa mengawasi anaknya agar bisa berada di jalur yang aman.
6.      Pemahaman Agama
Pemahaman agama bisa di dapatkan siswa lewat sekolah dan orang tua, peran pemahan agama ini berfungsi untuk mengendalikan hawa nafsu siswa agar siswa tidak terjerumus terlalu jauh dalam bertindak dan berfikir.
Dengan berbagai kegiatan di atas di harapkan dapat menanggulangi tawuran pelajar antar sekolah secara perlahan, baik di Jakarta dan di seluruh belahan Indonesia lainnya dan menciptakan persepsi dimana tawuran itu adalah kegiatan bodoh yang sia-sia sehingga tidak layak ikut serta. Dan di harapkan tawuran akan segera punah dari dunai pelajar Indonesia. PEMUDA adalah tulang punggung bangsa. Pemuda adalah harapan bangsa. Pemuda adalah masa depan bangsa. Sedemikian pentingnya kedudukan dan peranan pemuda, sampai-sampai Bung Karno berucap,’’ Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia. Oleh karena itu pemuda-pemuda Indonesia harus bisa menjadi generasi emas penerus bangsa yang bisa di banggakan, karena pemuda adalah agen perubahan, ditangan pemuda berbagai perubahan bisa terlaksana. Seorang agen perubahan harus bisa merubah dirinya sendiri ke arah yang lebih baik.
Refrensi


Megapolitan.kompas.com/read/2012/10/11/21364929/Tawuran.di.Dekat.Polres.Jaktim..Pelajar.Kena.Bacok
Nasikun (1992). Sistem sosial Indonesia. Jakarta : Rajawali





2 komentar: