Minggu, 19 Januari 2014

persebaran gejala alam



Penulis: Linda Kurnia Sari
Kelas: 3N PGSD
NIM: 1201045328

GEJALA ALAM YANG TERJADI DI INDONESIA

Bencana di Indonesia
Secara geologis letak wilayah Indonesia yang dilalui oleh dua jalur pegunungan  muda dunia yaitu pegunungan Mediterani disebelah barat dan pegunungan sirkum pasifik disebelah timur menyebabkan indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadi bencana. Bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia antara lain : banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi, dan tanah longsor.
Peran serta masyarakat dan pemerintah
Banyak pekerjaan rumah yamh harus dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. Mulai dari persiapan peralatan untuk mendeteksi terjadinya bencana seperti pada bencana tsunami dan gunung meletus, pembuatan jenis bangunan yang tahan terhadap bencana gempa, pengelolaan tata kota dan kesadaran warga masyarakat  untuk menanggulangi bencana banjir ataupun pemeliharaan daerah hulu sungai dan pegunungan serta hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor. Untuk masalah yang berkaitan dengan keadaan lingkungan, tentu hal ini juga membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan yang dapat dimulai  dari lingkungan disekitar tempat tinggalnya.

Persiapan yang harus dilakukan
Seringkali karena bencana alam datang secara tiba-tiba, kita menjadi panik dan tidak tau apa yang harus dilakukan, yang dipikirkan adalah untuk segera lari menyelamatkan diri. Masalah yang lain-lain seperti rumah dan harta benda tidak akan terpikirkan sama sekali. Walaupun demikian tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya bencana, dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen penting yang didalam rumah. Hal ini dimaksudkan apabila bencana sudah selesai, maka para korban bencanapun masih harus tetap melanjutkan hidup dan dokumen tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan hidup.
Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa:
·         Ijasah pendidikan
·         Surat kepemilikan tanah, rumah, kendaraan, dll
·         Akte lahir dan kartu keluarga
·         Polis asuransi beserta nomor agen yang dapat dihubungi
·         Surat wasiat
·         Nomor telepon anggota keluarga


Menghindari bencana dan menghindari jatuhnya korban jiwa
Apabila terjadi kejadian bencana, maka rasa panik, bingung dan ketakutan akan segera menyerang. Tak jarang jatuhnya korban jiwa lebih karena desebabkan ketakutan dan kepanikan yang terjadi bukan karena akibat langsung dari terjadinya bencana. Berikut hal-hal yang dapat dijadikan pedoman untuk menghadapi terjadinya bencana supaya dapat menghindari adanya korban jiwa.

1. Bencana gempa bumi
Jika gempa bumi mengguncang secara tiba-tiba, berikut ini petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.
1.    Didalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah kebawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
2.    Disekolah
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Didaerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas ataupun yang anda bawa.
3.    Digedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban lari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.
4.    Didalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada didalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak didalam lift, hubungi manager gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
5.    Di kereta api
Berpeganglah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
6.    Didalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan control terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda dikiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil, jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
7.    Di gunung / pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung, menjaulah langsung ketempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.


2. Bencana banjir bandang
Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena penggundulan hutan disepanjang sungai sehinggga merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.


Yang harus dilakukan:
Ø  Matikan aliran listrik didalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik diwilayah yang terkena bencana.
Ø  Mengungsi kedaerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan untuk diseberangi.
Ø  Hindari berjalan didekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
Ø  Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti kantor kepala desa, lurah ataupun camat.

Yang harus dilakukan setelah banjir
ü  Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan gunakan antiseptic untuk membunuh kuman penyakit.
ü  Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering terjangkit setelah kejadian banjir.
ü  Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lintah atau binatang penyebar penyakit seperti seperti tikus, kecoa, lalat dan nyamuk.
ü  Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
3. Bencana tanah longsor
Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng.
Strategi dan upaya penanggulangan bencana tanah longsor:
·         Hindarilah daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukinan dan fasilitas utama lainnya.
·         Mengurangi tingkat keterjalan lereng
·         Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara baik air permukaan maupun air tanah.
·         Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling
·         Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanaman yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diselingi-selingi dengan tanaman yang lebih pendek dan ringan, dibagian dasar ditanam rumput)
·         Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat
·         Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan
·         Pengenalan daerah rawan longsor
·         Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall)
4. Bencana tsunami
Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsive dari dasar laut. Gangguan impulsive tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik,erupsi vulkanik atau longsoran. Kecepatan tsunami yang naik kedaratan (run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yang terjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.
Di Indonesia pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi besar dibawah laut. Adanya tsunami tidak bisa diramalkan dengan tepat kapan terjadinya, akan tetapi kita bisa menerima peringatan akan terjadinya tsunami sehingga kita masih ada waktu untuk menyelamatkan diri.
Penyelamatan diri saat terjadi tsunami
·         Jika berada disekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ketempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
·         Jika sedang berada didalam perahu atau kapal di tengan laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu kelaut.
·         Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun kedaerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

5. Bencana gunung berapi
Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktifitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif. Sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar(magma). Magma akan mengintruksi batuan atau tanah disekitarnya melalui rekahan-rekahan mendekati permukaan bumi.

Jika terjadi letusan gunung berapi
ü  Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
ü  Ditempat terbuka lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
ü  Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.
ü  Jangan memakai lensa kontak
ü  Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.
ü  Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.
Saat terjadi letusan gunung berapi
·         Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
·         Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan
·         Hindari mengendarai mobil didaerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin
Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gununggempa bumitanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka.
Banyak masalah yang berkaitan dengan bencana alam. Kehilangan dan kerusakan termasuk yang paling sering harus dialami bersama datangnya bencana itu. Harta benda dan manusia terpaksa harus direlakan, dan itu semua bukan masalah yang mudah. Dan juga terhambatnya laju perekonomian daerah tersebut.
refrensi
Haggett. P. 2001. Geography. A Global Synthesis. Prentice Hall. London.
Sumaatmadja, N. 1981. Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa Keruangan.
Penerbit Alumni. Bandung.
iwan, W.D., editor, 2006, Summary report of the Great Sumatra Earthquakes and Indian Ocean tsunamis of 26 desember 2004 and 28 maret 2005: Earthquake Engineering
.


1 komentar:

  1. tentang artikel:
    1.judul yang anda tulis kurang sesuai dengan pembahasannya
    2. Anda tidak mencantumkan sumber dengan jujur dan benar,

    BalasHapus